• Breaking News

    zonadana

    Ulasan investasi terkini




    Monday, December 19, 2016

    Izin Reksadana Dipercepat OJK


    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat izin reksadana, yakni proses penjualannya. OJK melansir Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) Penjualan Reksa Dana Melalui Bank Selaku APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) dan Pendaftaran Akuntan Publik. Hal itu ditempuh demi mempercepat dan menyederhanakan proses perizinan. Sistem ini mampu mengintegrasikan seluruh proses perizinan serta registrasi dari berbagai kompartemen di OJK yaitu pengawas pasar modal, perbankan dan industri keuangan nonbank.

    Melalui SPRINT, proses perijinan penjualan reksa dana melalui bank selaku APERD dipersingkat dari 105 hari menjadi 19 hari kerja saja. Sementara proses pendaftaran Akuntan Publik yang sebelumnya diajukan ke masing-masing kompartemen di OJK dengan waktu pemrosesan yang berbeda-beda, namun dengan SPRINT bisa diselesaikan dalam waktu 20 hari kerja.

    Salah satu langkah kongkrit OJK dalam melakukan reformasi secara struktural terhadap proses perizinan adalah dengan membangun SPRINT sebagai virtual single window bagi Industri Jasa Keuangan untuk melakukan proses perizinan. Melalui aplikasi SPRINT, kami berharap untuk dapat mewujudkan perizinan yang TUNTAS (Transparan, TerpadU, AkuNTabel, CepAt, dan Sederhana)," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida.

    Selain mengurangi risiko perbedaan kebijakan yang dikeluarkan oleh masing-masing kompartemen OJK, SPRINT juga mengurangi duplikasi dokumen permohonan yang harus diajukan oleh pemohon. Sebelumnya, pada Juli 2016, OJK telah meluncurkan SPRINT untuk perizinan bancassurance bagi Industri Perbankan dan Industri Asuransi dan telah diimplementasikan sepenuhnya pada bulan September 2016.

    No comments:

    Post a Comment